Mutah dan Halala Keduanya dilarang dalam Islam - Funkysst.com

Sunday, May 27, 2018

Mutah dan Halala Keduanya dilarang dalam Islam

Avertisement
Avertisement
Mutah dan Halala Keduanya dilarang dalam Islam - Mutah dan Halala adalah dua kata yang berbeda untuk hal yang hampir mirip dengan sedikit perbedaan. Muthah berarti melakukan Nikah sementara untuk periode tertentu setelah mana istri dan suaminya terpisah. Mutah dianggap Halal dalam sekte Syiah.


Di sisi lain Halala juga merupakan Nikah sementara yang dilakukan untuk membuat wanita halal untuk Nikah dengan suami sebelumnya yang menceraikannya. itu dilakukan oleh Hanfis di India Subkontinen Pakistan biasanya.

Secara Islam baik Mutah dan Halala adalah haram menurut Hadis Sahih Nabi Muhammad SAW. Mari kita lihat hadis tentang kedua hal ini:
Mutah dan Halala Keduanya dilarang dalam Islam  - Hazrat Ali Ra berkata Rasulullah telah melarang Mutah pada hari Khaybar dan melarang makan daging keledai domestik. Bukhari dan Muslim
Nabi SAW berkata: 'Kutukan Allah ada di atas orang yang menikahi wanita yang diceraikan dengan maksud menjadikannya halal bagi mantan suaminya, dan atas orang yang kepadanya ia dijadikan sah!' Abu-Dawood Hadis 2071
Jadi dalam terang hadis di atas jelas sekarang bahwa baik Mutah dan Halala dilarang dalam Islam. orang biasanya membuat Halala dilakukan terhadap istri mereka ketika mereka menceraikan istri mereka tiga kali bersama-sama dalam kemarahan dan kemudian mereka ingin menikah lagi.


Mutah dan Halala Keduanya dilarang dalam Islam 
sambil memberikan tiga perceraian bersama juga bertentangan dengan ajaran Rasool Allah SAW. pada satu waktu hanya satu perceraian yang dapat diberikan dan bahkan jika seseorang memberikan tiga perceraian pada waktu yang sama itu akan dianggap sebagai perceraian bukan tiga secara islami. memberi waktu kepada kedua suami dan istri untuk menyelesaikan perselisihan mereka dan kebutuhan Halala dihilangkan.
Avertisement
Comments


EmoticonEmoticon