Jangan sepelekan Nyeri Haid - Endometriosis - Funkysst.com

Saturday, June 9, 2018

Jangan sepelekan Nyeri Haid - Endometriosis

Jangan sepelekan Nyeri Haid - Endometriosis - Nyeri haid artinya keadaan yang normal terjadi pada pasien yang mengalami menstruasi. tetapi tidak sporadis nyeri haid menjadi suatu indikasi adanya gangguan di organ reproduksi perempuan , endometriosis keliru satunya.

Endometriosis : sel endometrium yang berpindah



Endometriosis ialah syarat medis di perempuan yg ditandai menggunakan tumbuhnya sel endometrium di luar kandung rahim. Kandung rahim dilapisi oleh sel endometrium yg sangat berpengaruh terhadap hormon perempuan . Normalnya, sel endometrium rahim akan menebal selama daur kewanitaan berlangsung supaya nantinya siap buat menerima akibat pembuahan antara sel telur serta sperma. Jika sel telur tidak mengalami pembuahan, maka sel endometrium yg menebal akan meluruh dan keluar menjadi darah menstruasi.



pada endometriosis, sel endometrium yg semula berada dalam rahim akan berpindah dan tumbuh pada luar kandung rahim. Sel ini mampu saja tumbuh dan berpindah ke ovarium, saluran telur (tuba fallopii), belakang rahim, ligamentum uterus bahkan dapat hingga ke usus dan kandung kencing. Sel endometrium ini mempunyai respon yg sama seperti sel endometrium di rahim serta sangat berpengaruh terhadap hormon kewanitaan. di ketika menstruasi berlangsung, sel-sel endometrium yang berpindah ini akan mengelupas serta menyebabkan perasaan nyeri pada kurang lebih panggul.



angka insiden Endometriosis

umumnya, penyakit endometriosis muncul di usia reproduktif. nomor insiden endometriosis mencapai 5-10% di wanita umumnya dan lebih dari 50% terjadi di wanita perimenopause. gejala endometriosis sangat tergantung pada letak sel endometrium ini berpindah. yang paling menonjol artinya adanya nyeri di panggul, sehingga hampir 71-87% masalah didiagnosa dampak keluhan nyeri kronis hebat pada ketika haid, dan hanya 38% yang ada akibat keluhan infertile (mandul). tetapi terdapat pula yang melaporkan pernah terjadi di masa menopause dan bahkan terdapat yang melaporkan terjadi pada 40% pasien histerektomi (pengangkatan rahim). Beberapa studi juga mengatakan bahwa wanita jepang mempunyai prevalensi yang lebih besar diantara perempuan kauskasia. Selain itu jua 10% endometriosis ini bisa muncul pada mereka yang mempunyai riwayat endometriosis di keluarganya.



Perhatikan pertanda serta gejala

gejala dari endometriosis ini bervariasi serta tak mampu diprediksi. Nyeri haid (dismenorea), nyeri pinggang yang kronis, nyeri pada waktu berafiliasi (dispareunea), kemandulan (infertile) merupakan tanda-tanda yg umum terjadi. poly spekulasi dari banyak sekali peneliti mengenai nyeri yg muncul. intinya, nyeri di endometriosis muncul sebagai akibat materi peradangan yang didapatkan sang endometriosis yg aktif. Sel endometrium yang berpindah tersebut akan terkelupas serta terlokalisir di suatu daerah serta merangsang respon inflamasi dengan melepaskan materi citokin sehingga muncul perasaan nyeri. Selain itu, nyeri juga bisa ditimbulkan dampak sel endemetrium yang berpindah tadi mengakibatkan jaringan parut di daerah perlekatannya dan mengakibatkan perlengkatan organ, mirip ovarium, ligamentum ovarium, saluran telur (tuba fallopii), usus, kandung kencing dll. Perlengketan ini akan Mengganggu organ tersebut dan menyebabkan nyeri yang hebat pada kurang lebih panggul.



Endometriosis ditemukan pada 25% wanita infertil (mandul) serta diperkirakan 50% – 60% berasal masalah endometriosis akan menjadi infertil (mandul). Endometriosis yg invasiv akan menimbulkan kemandulan akibat berkurangnya fungsi rahim serta adanya pelengketan di tuba serta ovarium. tetapi beberapa teori mengatakan bahwa endometriosis akan menghasilkan prostaglandin dan materi peradangan yang lain yg dapat menghambat fungsi dari organ reproduksi seperti kontraksi atau spasme. Disebutkan pula pada endometriosis fungsi tuba fallopi pada melakukan pengambilan sel telur dari ovarium menjadi terganggu. Bahkan dapat merusak epitel dinding rahim dan menyebabkan kegagalan pada implantasi hasil pembuahan (sehingga pasien menggunakan endometriosis mempunyai riwayat abortus 3 kali lebih akbar berasal orang normal).



tingkatan Endometriosis

Secara garis besar endometriosis ini dibagi sebagai empat strata sesuai beratnya penyakit,

• Stage 1

Lesi besrsifat superficial, ada perlengketan di bagian atas saja

• Stage 2

Adanya pelengketan hingga di wilayah cul-de-sac

• Stage 3

Sama mirip stage dua, namun disertai endometrioma yg kecil pada ovarium dan ada perlengketan pula yg lebih poly.

• Stage 4

Sama seperti stage tiga, tetapi disertai endometrioma yg akbar dan perlengketan yang sangat luas.



Mengetahui adanya Endometriosis

Anda perlu berkunjung ke dokter buat mengetahui adanya penyakit endometriosis ini. umumnya, menggunakan wawancara (anamnesis) serta investigasi fisik, endometriosis bisa diketahui.

di pasien menggunakan endometriosis, waktu dilakukan pemeriksaan fisik, akan ditemukan nodul di ligamen uterus. Selain itu, nodul jua ditemukan pada uterosacral. Rasa nyeri dialami pasien waktu pemeriksaan berlangsung. pemeriksaan penunjang laindibutuhkan buat memastikan diagnosa endometriosis, seperti USG (ultrasonografi) dan MRI (magnetic resonance imaging). pada beberapa masalah endometriosis, pasien mendapatkan hasil negatif asal investigasi penunjang sebagai akibatnya dibutuhkan pemeriksaan yang lebih akurat. investigasi yang lebih seksama tersebut yaitu laparoskopi menggunakan biopsy serta investigasi tumor marker CA-125.



Penanganan Pasien Endometriosis

harus disadari bahwa endometriosis bersifat progresif dan berulang, sebagai akibatnya pengankatan rahim (histerektomi) dan ke 2 saluran telur menjadi pilihan yang paling mungkin buat menghilangkan endemetriosisnya. tetapi tindakan ini tidak mungkin dilakukan pada mereka yang masih ingin memiliki keturunan atau belum menikah. sebagai akibatnya pilihan sempurna yg dapat dilakukan yaitu menggunakan obat-obatan.



Terapi dapat dilakukan menggunakan:

• Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAID/obat antiinflamasi nonsteroid).

NSAID tidak hanya mengurangi nyeri, tetapi dapat mengurangi perdarahan yang terjadi. pada perkara yg berat, diperkenankan penggunaan morfin.

• Progesterone atau progestin

Progesterone bisa “melawan” aktivitas estrogen serta mencegah terjadinya penebalan di endometrium. Progestin adalah zat kimia turunan progesterone.

• Menghindari segala bentuk bahan yang bersifat estrogenik.

• Kontrasepsi oral

Terapi kontrasepsi berkaitan dengan mulut dapat mengurangi nyeri yang berafiliasi dengan endometriosis. Kontrasepsi oral akan menekan LH dan FSH buat mencegah terjadinya ovulasi sehingga endometrium tidak menebal. Kontrasepsi berkaitan dengan mulut (Pil KB) dapat menekan keluhan nyeri sampai 75% di penderita endometriosis.

o Pil KB ini dapat diminum secara kontinyu atau sesuai siklus menstruasi dan bisa dihentikan sesudah 6 sampai 12 daur.

o pengaruh samping yg mungkin muncul artinya nyeri ketua, mual dan hipertensi.

o Pil ini diminum sinkron menggunakan aturan, dengan tidak meminum pil placebonya.

• Danazole (steroid) yg bekerja menggunakan membentuk suasana androgenik, dapat menekan pertumbuhan endometriosis. namun ada pengaruh samping yg muncul mirip hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih di perempuan dengan distribusi mirip 604dea25b3a655fe1ab94434fad99f27), acne, dll.

• Lupron (GnRH agonis) bekerja menggunakan menaikkan kadar GnRH pada darah, seingga kadar LH serta FSH turun, namun dampak samping yg mungkin muncul merupakan munculnya osteoporosis. bisa digunakan hanya 6 bulan saja. takaran yang diberikan 11,25 mg buat 3 bulan, kemudian dilanjutkan sebukan sekali selama 6 bulan 3,75 mg.

• Aromatase inhibitor merupakan pengobatan yang memblok peroduksi asal estrogen.



Pembedahan

Pengobatan menggunakan pembedahan dibagi sebagai 3 grup

• Pembedahan konservatif, dilakukan Bila organ reproduksi masih dibutuhkan, tindakan ini dilakukan dengan jalan mengeksisi, mengangkat jaringan endometriosisnya saja, dan menjaga organ panggul tetap dalam keadaan baik.

• Semi ortodok , Bila fungsi ovarium masih dibutuhkan.

• Pembedahan radikal, Jika rahim indung telur dan ovarium diangkat total, ini dilakukan di pasien yg mengalami nyeri hebat serta sudah resisten menggunakan medikamentosa (obat-obatan), serta sudah tidak menginginkan keturunan lagi. namun tindakan radikal ini pula tidak menjamin pasien akan terbebas dari persoalan nyeri.



Kekambuhan Endometriosis

Faktor yg memilih kesembuhan penyakit ini sangat bergantung berasal pasien. Hal ini dikarenakan belum terdapat penanganan yang benar-sahih bisa membebaskan pasien endometriosis asal nyeri yg hebat. Perlu diingat, penanganan menggunakan melakukan operasi awal laparoskopi sangat diperlukan buat memilih taraf keparahan endometriosis sehingga bisa dijadikan acuan pada anugerah terapi. Adanya asa pasien buat terbebas dari nyeri dan keinginannya mempunyai keturunan memerlukan pertimbangan bagi dokter pada memilih terapi di pasien.



nomor kekambuhan endometriosis ini sangat besar yaitu 5-20%, bahkan mencapai 40%, kecuali dilakukan histerektomi di pasien atau pasien sudah memasuki masa menopause. Endometriosis ini sporadis menjadi ganas serta tidak ada hubungannya menggunakan kanker endometrial. Kurang berasal 50 masalah keganasan ovarium ada berasal masalah endometriosis serta kebanyakan asal masalah ini telah menjadi adenoakantomas. So, jangan sepelekan nyeri haid Bila tanda endometriosis telah anda rasakan.
Comments


EmoticonEmoticon